Seni, Agama, dan Budaya Menyatu dalam Kemegahan

Seni, Agama, dan Budaya Menyatu dalam Kemegahan "Panggung Muhajirin 2026" di Al-Muhajirin 3

PURWAKARTA – Lantunan selawat dan gemuruh tepuk tangan memecah keheningan malam di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta pada Sabtu (16/5) malam. Momentum tersebut menjadi saksi bisu digelarnya perhelatan akbar tahunan bertajuk "Panggung Muhajirin 2026" atau yang biasa disingkat PM. Dimulai tepat pukul 20.00 hingga 23.00 WIB, panggung kreasi seni ini menjadi ruang apresiasi istimewa yang didedikasikan khusus oleh dan untuk para santri tingkat akhir atau kelas 12 yang akan segera menyelesaikan masa studinya di pondok pesantren.

Acara yang diprakarsai oleh Bapak Okta Riyadi selaku Ketua Panitia bersama jajaran dewan guru di lingkungan Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 berlangsung dengan sangat meriah. Meskipun rintik gerimis sempat membasahi lokasi acara, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat membara para santri yang tampil maupun antusiasme ratusan penonton yang memadati area.

Kehadiran para para tokoh utama turut menambah kekhidmatan malam itu, di antaranya Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, Ibu Hj. Kiki Zakiah Nuraisyah, S.S.I., M.H., Kepala SMA 3 Al-Muhajirin, Ibu Fitri Marliani, S.Pd., serta Kepala SMK Al-Muhajirin, Bapak H. Karya, M.Pd. Kehadiran mereka di tengah-tengah wali santri kelas 12 semakin melengkapi kehangatan acara yang dibuka langsung oleh Syaikhuna beserta Ibu Pengasuh.

img-1778965996.jpg


Sebelum riuh kreasi seni dimulai, suasana khidmat begitu terasa saat jajaran panitia memulai sesi seremonial pembukaan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan selawat yang menggetarkan jiwa seluruh hadirin. Semangat nasionalisme dan kepesantrenan kemudian membubung tinggi saat seluruh penonton berdiri bersama untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Syubanul Wathon, dan Hymne Al-Muhajirin. Rangkaian seremonial ini kemudian ditutup dengan penyampaian tausyiah penuh berkah dari Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, yang memberikan bekal spiritual mendalam bagi para santri yang akan segera melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.

img-1778965543.jpg


Memasuki sesi sambutan, Pengasuh PP Al-Muhajirin 3, Ibu Hj. Kiki Zakiah Nuraisyah, S.S.I., M.H., menyampaikan bahwa pentas malam tahun ini memiliki konsep yang berbeda dan jauh lebih fokus dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu kepesertaan diikuti oleh seluruh angkatan, maka malam ini secara khusus dipersembahkan oleh kelas 12 saja. Langkah ini diambil karena pihak pondok ingin 68 santri kelas 12 ini memberikan performa terbaik mereka sebelum melanjutkan perjuangan di luar pondok. Beliau menegaskan bahwa meski jumlah mereka terbilang sedikit, namun dari kreativitas 68 orang inilah panggung yang luar biasa ini dapat tercipta.

img-1778965615.jpg


Lebih lanjut, Ibu Hj. Kiki juga menekankan bahwa Panggung Muhajirin bukan sekadar hiburan semata, melainkan panggung apresiasi untuk merayakan proses panjang, rasa lelah, serta jatuh-bangunnya para santri selama berlatih. Beliau mengaitkan pertunjukan ini dengan nilai-nilai dakwah Islam terdahulu, di mana para wali berdakwah melalui media seni seperti wayang, hadrah, dan syair. Al-Muhajirin ingin mengajarkan nilai yang sama, yakni Islam yang dinamis dan kreatif namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai agama. Melalui pertunjukan malam itu, pihak pondok ingin menunjukkan Kemahabesaran Allah SWT yang telah menciptakan manusia dengan potensi luar biasa untuk melahirkan sesuatu yang indah, sekaligus mengajak para orang tua untuk mengapresiasi perjuangan anak-anak mereka dengan penuh rasa bangga.

Setelah sambutan hangat tersebut, panggung seketika berubah menjadi arena unjuk kreativitas yang memukau. Sebanyak 10 penampilan spektakuler dipersembahkan oleh para santri kelas 12 dengan memadukan unsur tradisi nusantara dan modernitas Islami. Penonton disuguhkan dengan berbagai performa yang variatif, mulai dari pembacaan puisi yang emosional, debat yang cerdas, tarian daerah ondel-ondel yang jenaka, drama khas lenong, atraksi pencak silat lengkap dengan tradisi palang pintu, hingga penampilan olah vokal atau singing yang memikat telinga.

img-1778966657.jpg


Kemeriahan malam itu akhirnya mencapai puncaknya dan ditutup dengan sesi refleksi bersama yang disampaikan oleh Ibu Pengasuh, Bapak H. Karya, dan Ibu Fitri Marliani. Ketiganya memberikan apresiasi tertinggi atas kerja keras seluruh santri dan panitia yang sukses menyulap malam gerimis menjadi penuh warna. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang berlangsung hangat penuh kekeluargaan. Bagi masyarakat atau wali santri yang ingin menyimak kembali seluruh rangkaian acara, termasuk isi tausyiah mendalam dari Syaikhuna, dokumentasi utuh panggung kreasi ini masih dapat disaksikan melalui siaran ulang di kanal YouTube Muhajirin3TV melalui tautan https://youtube.com/live/c2EKGLB8qWU?feature=share.

img-1778966447.jpg

img-1778966397.jpg

Sumber : https://muhajirin3.com/seni-agama-dan-budaya-menyatu-dalam-kemegahan-panggung-muhajirin-2026-di-al-muhajirin-3-detail-462947