Meriah dan Khidmat, Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Gelar Malam Puncak Peringatan Isra Mi’raj 1447 H
Purwakarta – Suasana haru bercampur semangat menyelimuti Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Bertepatan dengan tanggal 28 Rajab 1447 Hijriah, pondok pesantren ini menyelenggarakan agenda tahunan yang paling ditunggu, yakni "Malam Puncak Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW". Acara ini bukan sekadar seremonial rutin, melainkan sebuah momentum istimewa yang menghadirkan ribuan mata, termasuk para ustadz, ustadzah, pengurus OPPAL, serta seluruh santri, dalam satu majelis yang penuh kebersamaan.
Acara yang dimulai pada pukul 20.00 WIB ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang merdu dan sholawat badar, langsung menciptakan nuansa spiritual yang kental dan menyejukkan hati. Kebersamaan itu semakin terasa ketika seluruh hadirin berdiri tegak dan hormat untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Syubanul Wathon dan Hymne Al-Muhajirin. Deretan lagu perjuangan tersebut bukan hanya seremonial belaka, melainkan menjadi pengingat akan pentingnya nasionalisme dan cinta terhadap Tanah Air yang sejalan dengan semangat keislaman.
Peringatan Isra Mi'raj ini bertujuan untuk mengajak para santri "menelusuri jejak" perjalanan agung Nabi Muhammad SAW. Melalui tinjauan sejarah, santri diharapkan tidak hanya mengetahui kisah perjalanan fisik dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, namun terutama untuk menggali hikmah dan nilai-nilai keteladanan yang terkandung di dalamnya. Tujuannya adalah untuk memupuk kecintaan yang lebih dalam kepada Rasulullah SAW dan memperkuat pondasi keimanan para santri.
Namun, kekhidmatan malam itu tak lepas dari sorak-sorai kegembiraan. Momentum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembagian hadiah rangkaian lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hal ini merupakan wujud nyata kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui penanaman nilai religius yang dipadukan dengan ilmu pengetahuan dan kreativitas.

Berbagai kategori lomba, seperti CCA (Cerdas Cermat Agama) yang mengasah wawasan keislaman, lomba kaligrafi yang mengekspresikan keindahan seni tulisan Al-Quran, hingga lomba nazhom dan syair yang menguji kemampuan sastra, sukses memicu semangat kompetisi positif di kalangan santri. Tepuk tangan riuh gemuruh memenuhi udara saat nama-nama santri berprestasi dipanggil ke panggung untuk menerima penghargaan.
Melalui agenda ini, Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 membuktikan bahwa memperingati hari besar Islam bisa dilakukan dengan cara yang cerdas, kreatif, dan mendidik. Malam itu pun ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap santri untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Belum Ada Komentar