Dari Doa Arafah Hingga Berkah Qurban: Semarak Idul Adha di Ponpes Al-Muhajirin 3
PURWAKARTA – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Pesantren tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga episentrum syiar Islam dan kepedulian sosial melalui berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen pesantren dan warga sekitar.
Rangkaian momentum suci ini dimulai sejak hari Selasa, 9 Dzulhijjah 1447 H. Atmosfer spiritual mulai terasa kental saat ba'da Ashar hingga menjelang Maghrib, di mana seluruh asatidz, ustadzaat, dan para santri berkumpul di masjid untuk melaksanakan At-Ta’rif bil Arafah. Momen ini menjadi ruang refleksi, doa, dan munajat bersama yang syahdu, mengantarkan para santri pada kekhusyukan hari Arafah.

Begitu azan Maghrib berkumandang, agenda dilanjutkan dengan buka puasa bersama (Yaumul Arafah) yang penuh rasa kekeluargaan. Kegembiraan spiritual tersebut langsung disambung dengan kumandang gema takbir yang mulai bersahut-sahutan seusai salat Maghrib.
Gema Takbir yang Tak Putus: Dari Lapangan hingga Mihrab Masjid

Kemeriahan malam takbiran di Ponpes Al-Muhajirin 3 dikemas dengan sangat apik. Selepas salat Isya, seluruh santri bersama para ustadz dan ustadzah tumpah ruah di lapangan pesantren. Mereka mengumandangkan takbir bersama dengan penuh semangat dan sukacita hingga pukul 23:00 WIB.
Tak berhenti di situ, syiar malam Idul Adha terus terjaga hingga fajar menyingsing. Di dalam masjid, para santri dan asatidz secara bergiliran melantunkan gema takbir secara estafet hingga menjelang waktu Shubuh, memastikan pujian agung kepada Allah SWT tidak terputus sepanjang malam.
Kekhusyukan Shalat 'Id dan Hangatnya Momen Mushofahah
Pada Rabu pagi, 10 Dzulhijjah 1447 H, Masjid dan area utama pesantren dipadati oleh jamaah. Ponpes Al-Muhajirin 3 menggelar pelaksanaan Shalat Idul Adha bersama masyarakat sekitar.
Pada kesempatan mulia ini, bertindak sebagai Imam adalah Ustadz Muhammad Abdul Yamin, sedangkan khotbah disampaikan oleh Ustadz Fahmi Ainun Nazil, M.Pd. Dalam untaian khutbahnya yang menyentuh hati, Ustadz Fahmi menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat berkurban:
"Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan tanpa makna. Lebih dari itu, Idul Adha merupakan momen emas untuk bermunajat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan qurban. Qurban bukan sekadar melaksanakan ibadah ritual semata, namun juga merupakan ibadah sosial nyata dengan berbagi terhadap sesama."
Selesai pelaksanaan shalat dan khutbah 'Id, suasana haru dan penuh kehangatan langsung menyeruak. Seluruh elemen pesantren—mulai dari pimpinan, pengasuh, para asatidz, ustadzah, santri—bersama warga sekitar melebur untuk melaksanakan mushofahah (bersalam-salaman). Momen saling memaafkan ini menjadi simbol kuat rukunnya ukhuwah Islamiyah dan runtuhnya sekat pembatas di hari yang fitrah.
Kehadiran Ibu Pimpinan dan Teladan Qurban dari Para Santri
Setelah mushofahah selesai, seluruh jamaah bergerak menuju area penyembelihan hewan qurban yang tampak begitu hangat dan khidmat. Prosesi penyembelihan ini dihadiri langsung oleh Ibu Pimpinan Pondok Pesantren (Ibu Kiai), Ibu Dra. Hj. Euis Marfuah, M.Ag., didampingi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, Ibu Hj. Kiki Zakiah Nuraisyah, S.S.I., M.H. Sebelum pisau qurban digoreskan, suasana mendadak hening saat Ibu Kiai. memimpin doa bersama. Lantunan doa yang dipanjatkan mengantarkan harapan agar ibadah qurban tahun ini diterima dan membawa keberkahan yang melimpah.
Menariknya, gairah untuk berqurban di Ponpes Al-Muhajirin 3 ini datang dari berbagai lini. Di antara para shahibul qurban (orang yang berqurban), selain Ibu Kiai, keluarga Ibu Pengasuh, serta para ustadz dan ustadzah, beberapa santri juga ikut serta melaksanakan qurban di pesantren. Keikutsertaan para santri ini menjadi bukti nyata keberhasilan pesantren dalam menanamkan jiwa keikhlasan dan kepedulian sosial sejak dini.
Tebar Kebaikan Lewat Qurban dan Keseruan "Lomba Nyate"
Pada Idul Adha tahun ini, Ponpes Al-Muhajirin 3 menyembelih 5 ekor sapi dan 10 ekor domba. Seluruh elemen pesantren bahu-membahu bersama warga sekitar mengurus proses pencacahan daging. Daging qurban tersebut kemudian didistribusikan secara tertib kepada jama'ah dan warga sekitar, terutama fakir miskin dan kaum dhu'afa.
Tidak hanya berbagi ke luar, internal pesantren pun merayakan berkah qurban ini dengan cara yang unik dan seru, yaitu melalui "Lomba Nyate".

Para santri didampingi para asatidz tampak asyik dan kompak membakar sate bersama, menciptakan gelak tawa dan mempererat tali silaturahmi. Asap panggangan sate yang harum dan canda tawa para santri mewarnai lapangan pesantren hingga menjelang waktu Ashar, menandai berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Idul Adha dengan sukses, lancar, dan penuh berkah. (Red)
Belum Ada Komentar