Gelorakan Bahasa, Al-Muhajirin 3 Purwakarta Sukses Gelar Festival Bahasa Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026
PURWAKARTA – Semangat literasi dan syiar Islam melalui bahasa bergema kuat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta pada Senin (20/4). Ratusan pelajar dari berbagai penjuru Jawa Barat berkumpul untuk mengikuti agenda tahunan yang prestisius: Festival Bahasa Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang mengusung tema inspiratif, "Menembus Batas dengan Bahasa, Menguasai Dunia dengan Senyuman".

Acara dibuka tepat pukul 08.00 WIB dengan kemegahan yang kental akan nuansa nilai-nilai luhur. Kehadiran sosok ulama kharismatik, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, bersama Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menambah marwah kegiatan ini. Sebagai tuan rumah, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, Ibu Hj. Kiki Zakiah Nuraisyag, S.S.I., M.H., menyambut hangat para tamu undangan, termasuk perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kemenag Kabupaten Purwakarta.

Bahasa: Takhta Syiar dan Jendela Dunia
Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, dalam sambutannya menekankan bahwa penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bukan sekadar kemampuan akademis, melainkan "takhta" untuk menyampaikan misi rahmatan lil 'alamin.

"Tanpa bahasa, kita tidak akan sampai pada tingkatan internasional untuk menyebarkan syiar Islam. Bahasa Arab adalah kunci memahami Al-Qur'an, dan Bahasa Inggris adalah jembatannya menuju dunia luar. Keduanya tidak bisa dipisahkan," jelas beliau dengan penuh semangat.
Senada dengan hal tersebut, Pengasuh Al-Muhajirin 3 selaku tuan rumah, Ibu Hj. Kiki Zakiah Nuraisyah, S.S.I., M.H., meyakini bahwa penguasaan bahasa akan melahirkan pemimpin besar. "Ketika santri mampu menerapkan pembiasaan bahasa dari sekolah ke lingkungan luar, itulah kebanggaan terbesar bagi kami," ungkapnya sembari mendoakan para peserta agar tumbuh menjadi ulama dan pemimpin masa depan.

Membentuk Karakter di Atas Panggung
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah daerah. Kabid Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Dr. Dede Supendi, M.Pd, mengingatkan bahwa setiap anak yang hadir adalah pribadi yang luar biasa. Menurutnya, festival ini adalah ruang krusial untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

"Negara butuh anak-anak hebat seperti kalian. Jangan pernah merasa lemah. Bahkan dalam lomba menyanyi pun, ada ilmu teknik vokal dan olah rasa yang membentuk karakter serta keberanian tampil," tutur Dr. Dede.
Harapan serupa disampaikan oleh Pengawas SMP, Ibu Dedah Jubaedah, M.Pd, yang mengutip filosofi pendidikan Al-Muhajirin: "Mengakar ke Bumi, Menjulang ke Langit". Beliau menekankan bahwa bahasa adalah jendela untuk melanjutkan estafet ilmu yang dibarengi dengan akhlak mulia dan penghormatan kepada orang tua serta guru.

Kompetisi Sengit dan Pesan Keberkahan
Sekitar 200 peserta nampak antusias mengikuti tiga kategori lomba utama, diantaranya: Pidato Bahasa Arab (Muhadharah), Bercerita Bahasa Inggris (Storytelling), dan Menyanyi Bahasa Inggris (Singing).
Di tengah kemeriahan lomba, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA memberikan tausyiah yang sangat menyentuh mengenai kunci sukses manusia, yakni Mujahadah (kesungguhan dalam berkorban) dan Muwazhabah (istiqamah dalam beramal). Doa tulus dari Syaikhuna agar setiap langkah peserta membawa kebermanfaatan bagi agama dan sesama menjadi momen paling emosional dalam acara pembukaan tersebut.

Festival yang berlangsung hingga pukul 14.00 WIB ini ditutup dengan pengumuman kejuaraan dan pembagian hadiah berupa piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan plus voucher biaya pendidikan. Al-Muhajirin 3 kembali membuktikan bahwa melalui bahasa, generasi muda Jawa Barat siap melangkah lebih jauh, menembus batas, dan menggenggam dunia dengan senyuman.




Belum Ada Komentar